Warisan Cirebon
Menyelami kekayaan budaya dan sejarah Cirebon, dari seni hingga tradisi.
Air Udang Rebon
Versi paling populer menyebutkan nama Cirebon berasal dari kata "Cai Rebon" dalam bahasa Sunda, yang berarti "air rebon". Dahulu, daerah ini merupakan perkampungan nelayan yang ramai dengan aktivitas penangkapan udang rebon. Udang rebon ini kemudian diolah menjadi terasi dan petis, produk yang sangat terkenal dari Cirebon hingga saat ini. Keberlimpahan udang rebon dan hasil olahannya menjadikan "Cai Rebon" sebagai identitas awal yang melekat pada wilayah tersebut.
Ragam Budaya
Nama Cirebon juga berasal dari kata "Caruban" (Jawa: percampuran), yang sangat sesuai karena sejak abad ke-15, kota ini menjadi pusat pertemuan berbagai etnis (Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, India) yang hidup berdampingan. Perpaduan budaya ini, yang dimulai sejak Pangeran Cakrabuana mendirikan permukiman, menghasilkan akulturasi kaya dalam seni, tradisi, kuliner, dan bahasa, membentuk identitas unik "Kacirebonan".
Cirebon adalah kota yang lahir dari perpaduan. Visualisasi ini menunjukkan proporsi utama pengaruh budaya (Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, dan India) yang telah membentuk identitas "Caruban" yang kaya dan beragam di Cirebon.
Kenali Lebih Dalam Tentang Keberagaman Cirebon di Warisan Cirebon
Telusuri perjalanan panjang Cirebon dari masa penjajahan hingga era modern.
Saksikan kekayaan budaya Cirebon melalui seni tari, musik, batik dan tradisi.
Temukan tim di balik Warisan Cirebon dan visi kami untuk melestarikan warisan budaya.